Statistical Process Control…The way 2 get more improvement!!!

Statistika? serem d dengernya……

tapi begitu kita tahu cara mengaplikasikan dan mengimplementasikannya didalam suatu proses produksi……wow…..it’s amazing….keren….pengen bisa?

sebelumnya kita musti tahu apa itu Statistical Process Control (=disingkat SPC)?

SPC itu merupakan suatu teknik untuk mengontrol sebuah process berdasarkan statistik, sehingga bisa dikatakan SPC merupakan bagian terpenting dalam sistem kualitas, sebab kualitas memiliki standar-standar baku yang harus dikontrol. SPC bisa pula dikatakan sebuah alat untuk menjaga agar proses tetap sesuai dengan standar-standar, sehingga kualitas tetap sesuai dengan persyaratan pelanggan ( mohon diketahui bahwa dalam ISO/TS 16949-2002 lebih mengacu pada performance bukan apliance jadi terfokus pada Customer Oriented Process). Jadi dengan adanya SPC ini diharapkan kita dapat :

1. Memahami konsep variasi dalam process manufactur, termasuk pola variasi pengukurannya

2. Mampu memantau dan mengendalikan variasi dengan bagan kendali (cotrol chart), baik untuk data variable maupun data attributive

3. Mampu menganalisa dan menentukan penyebab kondisi diluar kendali

4. Memahami konsep dasar kemampuan process (capability process) serta arti pentingnya jika digunakan bersama bagan kendali (control chart).

Nah setelah kita mengetahui arti dan fungsi…maka kita bisa ketahap lebih jauh…yaitu mengaplikasikannya…umumnya perusahaan-perusahaan manufactur menggunakan software minitab atau SPSS (=jadi inget jaman kuliah…hiks-hiks….) untuk membuat bagan kendali dan capability process (kemampuan proses).Dengan diketahuinya capability process (=biasanya diberi inisial Cpk), maka kita bisa mengambil keputusan secara langsung terhadap control yang biasa kita lakukan, apakah kontrol kita selama ini bersifat tampering (berlebihan) atau under control (kurang control). bila Cpk tinggi (umumnya >1.33 = capability process bagus) maka intensitas control bisa kita kurangi (jadi kita tidak melakukan tampering), namun bila Cpk rendah maka kontrol harus lebih ditingkatkan sambil melakukan improvement untuk mencari penyebab dari kondisi process yang abnormal.

mau tau caranya menghitung capability process produksi ? ini dia :

1. BUka software statistika kamu (kita gunakan minitab saja ok!)

2. Open New Project

3. Cari standar baku yang diinginkan oleh customer…misalnya :standar hasil suatu produk (katakanlah produk itu bernama “Z” kamu diharapkan memiliki panjang yaitu sebesar 30+2cm…dalam satu hari kamu melakukan pengecekan 3 item Z sekaligus dengan jumlah pengulangan sebanyak 5 kali..berarti dalam satu hari kamu memiliki 15 data…OK!

4. Dalam Software minitab (new project loh ingat!) masukkan kata “panjang”pada baris pertama, lalu isi data-data kamu pada baris dibawahnya…dalam sebulan (=20hari) maka kamu mendapatkan data 300 data sebulan…OK!

5.Open pada Stat > Capability Process (normal).. klik panjang disebelah kiri lalu tekan select.

6. Kemudian masukkan subgroup sizes dengan angka 5 (ingat satu item kita melakukan 5 kali pengulangan…ingat?) ketik lower spec = 28 dan upper spec= 32 (ingat 30+2 cm ok!) kemudian klik target dan masukkan angka 30.

7.klik ok 2x.nah hasilnya terlihat bukan?angka Cpk disebelah kiri grafik…bila Cpk tinggi umumnya grafik berbentuk kurva yang tinggi dan teratur..tidak bergeser kekiri atau kekanan..tapi meninggi tepat pada target (=30). Bila Cpk tinggi maka kita bisa mengurangi keteraturan control kita..namun bila tidak maka kita harus segera menyari penyebab-penyebab terjadinya kondisi abnormal pada process..(gunakan diagram Fishbone untuk mengetahui common cause dan special cause pada process).

umumnya Cpk akan semakin besar bila kita bisa mempersempit  cause pada proses. pada diagram fishbone kita bisa menelusuri dari berbagai hal, seperti material. man, methode, mesin, environment

contoh : mungkin penyebab dari panjangnya produk tidak normal disebabkan oleh faktor-faktor sbb:

1.Operator baru (skillnya kurang=perlu ditraining lebih jauh)

2. Mesin jangkauan potongnya terlalu dalam (perlu dipertajam)

3. Material tidak kuat terhadap panas pada tempat penyimpanan (environment=ruangan digunakan ac)

4. dll

dengan adanya SPC kita bisa mengontrol process lebih maksimal…

so…. boosted your skill with improvement tools

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: