My Curicullum Vitae

Januari 27, 2009

It's Me

Personal Data

Full Name : Abu Tholib

Nick Name : Abu

Place, date of birth : Jakarta, May 6th, 1984

Sex : Male

Religion : Islam

Marital status : Single

Permanent Address : Pangeran Tubagus Angke No.5 Jakarta Barat

Kode Pos : 11330

Hp. 0856-93906434

Email : Abutholib_k02@yahoo.com

Formal Education

*University/College

Jakarta State University, Faculty of Math and Science, Departement of Chemistry (2002 – 2007).

*Senior High School

Sekolah Menengah Umum Negeri 19 Jakarta (1999 – 2002).

*Yunior High School

SMPN 32 Pejagalan (1996 – 1999)

*Elementary School

SDN Angke 03 Pagi Percontohan (1990 – 1996)

Final Project Title “ Pembuatan Kopolimer Tempel Metil Metakrilat (MMA) Pada Selulosa Nata De Coco Dengan Menggunakan Inisiator H2O2¬/Fe2+. ”

Graduate : February 16th , 2007

Skills

1. Computer skill

Microsoft Windows, MS Office, Adobe Photoshop, Minitab ver.13

2. Language skill

Written and spoken Indonesian and English.

3. Quality Control skill

a. Having knowledge about ISO 9001-2000 (QMS)

b. Having Knowledge about Quality Control Circle

c. Having Knowledge about Statistical Process Control

Working Experiences (February 27th, 2007-Now)

1. Company : PT.Banshu Rubber Indonesia

A. Position : Quality Assurance Staff (27 Februari 2007-15 Februari 2008)

Quality Assurance-Engineer Supervisor (16 Februari 2008-Now)

B. Organization : 1. Quality Control Circle Coordinator

2. ISO 9001-2000 Team (QSM)

3. Improvement Coordinator

4. 5S Coordinator

5. Training Team

6. Nem Project Team Leader

Organizational Experiences

1.  OSIS Head at SMUN 19 Jakarta Barat (2000-2001)

2. Penerangan Dept. Head at BEMJ Chemistry (2003-2004)

3. HUMAS Dept. Head at Chemistry Club(2004-2005)

Academic Experiences

1. Assistant for Physic Chemistry II : Experiment

2. Assistant for Anorganic Chemistry II : Experiment

Scholarship

1. BBM ( January – December 2005)

2. PPA (January – Desember 2006)

3. Jami’at Kheir (2002-2007)

Trainning Programs (Jakarta State University)

1. The Leadership of Chemistry College Presented by BEM Chemistry of UNJ (2003)

2. Mekanika Moleculer Hyper Chem 5.0 presented by BEM Chemistry (2003)

3. Public Relation Presented by BEMF Media Centre and Public Relation Forum of MIPA and MUA college (2004)

4. Making of Website Presented by Public Relation Forum of MIPA and MUA college (2004)

Trainning Programs (PT. Banshu Rubber Indonesia)

1. Basic Mentality and Ethos of Works

2. Product Know How

3. Engineering Know How

4. Quality Know How

5. ISO 9001 (Quality System Management) Know How

6. Quality Control Circle (PDCA : 8 Step to Solve Company Problem)

(Banshu Groups’ Certification)

7. Mesin Manufacturing Know How : Applicator

8. Costumer Satisfaction.

9. Rubber Tech

(Banshu Groups’ Certification) trainer from BPTK Bogor

10. Internal Quality Auditor

(Premysis Consulting’s Certification)

11. Training For Traineer

(Premysis Consulting’s Certification)

12. ISO/TS 16949 know how

(Banshu Groups’ Certification)

note : for my jobdescription please open “Tugas, Kewenangan, dan Tanggung jawab seorang QA” on personalities categories


Audit Dari Customer

Februari 5, 2009

Weitz….siapa bilang audit dari customer cuma bisa dilakuin sama orang-orang yang jago silat lidah, tukang nipu dan rayuan gombal ngadain jamu makan enak diresto mahal???? da ga zaman nech……semua orang juga bisa kok !!! mau tau caranya…?

nech acara (audit dari customer) merupakan suatu event yang dilakukan dalam rangka beberapa hal :

1. Customer ingin mengetahui hasil corective action yang telah kita lakukan ketika mereka memberikan claim atas produk yang bermasalah yang terkirim hingga kemereka.

2. Audit rutin tahunan yang biasa mereka lakukan terhadap para suppliernya.

3.Assessment (penilaian awal) ketika ada calon customer yang berminat keperusahaan kita.

Nach kita musti tahu dulu point audit mana yang ingin mereka lakukan…1,2 atau 3? sebab ketiganya memerlukan teknik penyelesaian yang berbeda….meskipun intinya sama (customer satisfaction……hehehehehehehe)

yooook kita telusurin semua metode penyelesaiannya untuk tiap-tiap point :

1. Customer ingin mengetahui hasil corective action yang telah kita lakukan ketika mereka memberikan claim atas produk yang bermasalah yang terkirim hingga kemereka.

untuk point 1 ini biasanya dilakukan satu minggu setelah corrective action beserta preventive action yang telah kita buat pada saat mereka claim (berupa PICA)

mereka umumnya melakukan komfirmasi kedatangan satu hari sebelumnya (dadakan memang……hehehehehehhe)…so yang pasti..bia mereka mengkomfirmasi by telepon….terima dan katakan bahwa kita akan menerima kedatangan mereka dan pastikan …….1. Jam berapa mereka akan datang, 2.no Doc PICA mana yang akan mereka audit.(biasanya kalo claimnya banyak…PICA satu bulan untuk satu customer bisa banyak, hahahahahaha)..setelah informasi kita terima dari mereka…langsung lakukan step-step berikut ini…..

a. Ambil doc pica yang akan diaudit

b. Kumpulkan PIC dari PICA tersebut.

c. Cek evidence dari PICA

d. Lakukan audit proses singkat terhadap PICA.

e. Status Closed (simple bukan?hehehehehe team work man yang penting

team work!!!)

2. Audit rutin tahunan yang biasa mereka lakukan terhadap para suppliernya.

kalau ketemu sama audit type ini jangan galau dan gelisah….apa lagi ampe keluar keringet dingin…(pengalaman dulu waktu audit kawasaki……ternyata auditornya baek tuch……). Untuk type audit seperti ini biasanya customer mengirimkan informasi by fax dan point-point audit yang akan dilakukan oleh mereka..setiap customer memiliki kriteria yang berbeda-beda….step-step yang harus kamu lakukan adalah :

a. Buat undangan meeting ke semua departement terkait.

b. Informasikan point-point audit ke departement terkait

c. beri waktu tenggat (1×24jam) kesemua departement untuk prepare

point-point tersebut

d. kumpulkan evidence dari point-point audit (meeting kedua)

e. Audit process, product dan management system oleh auditor internal.

f. Meeting ketiga untuk informasi observation hasil audit internal (beserta

PICA request dari auditor internal)

g. Meeting keempat pembahasan PICA request audit internal

h. Verifikasi hasil PICA request audit internal

i. Status Closed

Cukup panjang memang untuk persiapannya bisa memakan waktu 1 ampe 2 minggu tergantung banyaknya point yang diinginkan oleh customer, namun yang pasti hal tersebut memang harus dipersiapkan untuk menghindari hasil audit yang minim…(bukan dengan cara merayu yah…..dengan jamuan makan yang mahal…..hehehehehhehehehe….)

NB : biasanya di audit tahunan ini customer juga suka melakukan verifikasi secara keseluruhan terhadap PICA yang kita buat yang berkaitan dengan produknya…jadi ga ada salahnya diluar point-point tersebut kita juga melakukan aktivitas seperti halnya point 1, jadi….WASPADALAH…WASPADALAH….)

3.Assessment (penilaian awal) ketika ada calon customer yang berminat keperusahaan kita.

Untuk point tiga ini memang terasa beda sebab kita kedatangan anugerah….calon customer yang akan meminang kita untuk menjadi suppliernya……kalo berhasil artinya PO “Purchase order” bakalan naek….kerjaan bakalan naek…..Gaji belum tentu naek….hahahahahahahaha…).Biasanya mereka pun megirimkan fax kekita berupa waktu kedatangan mereka untuk pra assessment (ada beberapa calon customer yang memang melakukan pra-assessment terlebih dahulu sebelum melakukan assessment, yaitu melihat-lihat kondisi perusahaan).untuk pra assessment ini step-stepnya adalah sbb:

a. Buat undangan meeting 5S diluar kondisi ruting

b. Buat schedule audit 5S (udah pernah dibahas sebelumnya..liat post auang pernah saya bahas sebelumnya di post audit 5S yach….)

c. Status Closed

untuk step pra assessment cukup dikondisikan di faktor 5S.sedangkan untuk step assessment mereka memberikan fax point-point yang akan mereka assessment setelah mereka melakukan pra assessment atau  biasanya dihari itu juga ketika selesai pra assessment mereka memberikan data point-point assessment. Step-step yang umumnya kita harus lakukan adalah :

Buat undangan meeting ke semua departement terkait.

b. Informasikan point-point audit ke departement terkait

c. beri waktu tenggat (3×24jam) kesemua departement untuk prepare

point-point tersebut

d. kumpulkan evidence dari point-point audit (meeting kedua)

e. Audit process, product dan management system oleh auditor internal.

f. Meeting ketiga untuk informasi observation hasil audit internal (beserta

PICA request dari auditor internal)

g. Meeting keempat pembahasan PICA request audit internal

h. Verifikasi hasil PICA request audit internal

i. Status Closed

Hal ini tidak jauh beda dengan type audit point 2 hanya saja untuk assessment kita memerlukan waktu yang sedikit lebih banyak sebab hampir semua proses organisasi (Liat Bisnis Proses Mapping) aka n teraudit semuanya…biasanya memakan waktu 2-3 minggu.. tergantung dari kondisi perusahaan kita sendiri..semakin tersystem semakin cepat persiapannya.

soo……dengan memahami hal-hal diatas memungkinkan kita untuk mengantisipasi pengeluaran yang berlebihan..dan meningkatkan skill kita dalam melakukan persiapan audit tersebut…

jadi jangan takut untuk belajar mencoba….dan yang terpanting..team work man…team work….tanpa team work sulit untuk melakukan persiapan audit sendirian….ingat dimanufacturing ga ada istilah….elang terbang sendirian…yang ada bebek-bebek terbang bersamaan membentuk angka V yang berarti VICTORY…….jayalah selalu kawan!!!


Persiapan Quality Objective Tahun 2009

Februari 5, 2009

Tahun 2008…..bukanlah hal yang singkat dalam proses perjalanan perbaikan system yang terus berkelanjutan di Perusahaan Banshu Rubber Indonesia, begitu banyak hal yang telah dilakukan agar kita bisa survive didalam kompetesi yang terus meningkat, belum lagi digempur habis2xan dengan krisis global yang berimbas hampir kesemua perusahaan dibidang otomotif…..

tidak ada cara lain……only…….great inovation…will make our company survive……how….by PDCA…simply but surely….

menyongsong tahun 2009 yang akan datang…hal yang paling penting adalah meninjau kembali sasaran mutu (quality objective) perusahaan…mereviewnya dengan melihat activity plan yang telah kita break down dari quality objective yang telah kita buat diakhir tahun 2007 yang lalu…..umumnya bila kita melihat kondisi yang ada sekarang ini….(menurut pakar ekonomi…living cost makin tinggi..sedangkan komisi makin tak kuat menahan….alias makin turun…ceile….bener apa salah anda sendiri silahkan menilai…maklum saya cuma orang kecil…gaji bukan buat sesuap nasi..tapi untuk bayar hutang sana-sini…untuk sesuap nasi…yah..tentu saja saya utang lagi…hiks-hiks…sedih banget nasibmu…) sangat perlu sekali kita melakukan inovasi besar-besaran yang bisa kita angkat dalam aktivitas rutin yang akan kita planningkan selama setahun.

jadi sebelum memulai langkah awal…ditahun 2009 step-step berikut ini amat sangat diharuskan untuk dilakukan…..:

1. Review activity plan tahun 2008….lihat perbandingan target dengan actualnya……( hal ini bisa direview dalam management review bulanan, tiga bulanan, enam bulanan, tahunan, tergantung mood perusahaan anda sendiri…dan juga mood si MR kalo ada MR diperusahaan Anda…bila tidak ada…silahkan contact saya di 08989267299 abu tholib saya siap menerima posisi lowongan MR ditempat anda bila memang diperlukan….hahahaha…..

2. Bila hasil review menandakan actual lebih besar dari planning untuk hal yang positif (contohnya peningkatan sales 10% actualnya 20%), berarti perlu adanay peningkatan target untuk kedepanya…cek proses yang berkaitan dengan sales…liat BPM (business Process Mapping) perusahaan…rubah target…berarti rubah proses agar lebih baik..

3. Bila hasil review menandakan actual lebih kecil dari planningnya (contoh defect internal 100ppm actualnya 10000ppm)…berarti banyak proses yang harus diperbaiki sedangkan target direview ulang…apakah realistis dengan proses atau tidak…(lihat..proses training….corrective action….internal audit….preventive & predictive maintenance….lihat perencanaan mutu…dll) yang berkaitan dengan target defect internal tersebut….

4. Bila telah direview maka kita rubah terlebih dahulu quality objective kita…contoh….

a. Peningkatan sales dari 10% menjadi 50% (biar survive, hehehehe)

b. Defect Internal 100 ppm tetap 100ppm namun procedure corrective action dan training dirubah misalnya…)

5. Setelah Quality Objective dirubah, maka kita harus membuat activity plan….atau master plan schedule…selama setahun…..yang merupakan break down dari quality objective yang tadi kita buat…..

contoh : quality objective : defect internal 100ppm

activity plan : Machine : standarisasi tooling untuk proses press…100

% terimplemetasi

Man       : Refreshemnt training 3 bulan sekali…100%

terevaluasi, dll

Intinya activity plan merupakan langkah-langkah pasti yang terukur yang akan kita lakukan untuk mencapai quality objective yang kita harapkan ditahun 2009.

Quality Objective bisa dibuat dari hasil meeting MR dihadiri oleh SPV up dari semua departement..

sedangkan Activity Plan bisa dibuat oleh Spv maing-masing departeemnt yang sebelumnya telah dirundingkan dalam meeting internal masing-masing departement…

1 hal yang perlu diperhatikan….activity plan bukanlah hal yang baku yang harus dilaksanakan…bila ternyata kurang effisien kita dapat merevisinya….dan tentu saja harus dengan persetujuan minimal dept head hinga MR dan selalu relevan dengan Quality Objective Tahun ini……

Masih bingung dengan hal ini…?

email me on abutholib_k02@yahoo.com

ditunggu saran dan kritiknya…atau ada ide yangl ebih mantap….please comment me OK!


Assessment Supplier

Februari 5, 2009

Harga material melambung tinggi ? cost produksi menjadi semakin mahal sedangkan customer tidak berkeinginan menaikkan harga meskipun bagian marketing sudah melobi customer dengan berbagai macam cara….pusing…..(beginilah nasib anak material control alias MCL), sepertinya sudah saatnya bagi perusahaan yang mengalami hal seperti ini untuk meninjau suupler lain yang harganya lebih kompetitif….yang tentu saja dengan kualitas yang tidak kalah dengan supplier tempat biasa berlangganan…hehehehehhe

Bagaimana sech kita bisa menilai bahwa supplier baru bisa dinyatakan layak untuk menjadi supplier kita? Untuk ini semua kita perlu melakukan suatu hal yang dinamakan Assessment Supplier dimana dari data assessment ini kita bisa menilai kelayakan suatu perusahaan menjadi suplier kita.Proses penilaan pun berbeda-beda tergantung dari typical perusahaan kita sendiri dan customer spesific requirement dari customer kita, namun dibalik itu semua pada dasarnya assessment supplier dilihat dari 2 faktor yang paling mendasar, yaitu Kualitas material dan ketepatan delivery dari material yang akan dikirim oleh supplier baru kita.

Adapun Proses pelaksanaan Assessment Supplier adalah sebagai berikut :
a. Bagian MCL menghubungi calon supplier bahwa perusahaan kita berminat untuk menjadikan mereka supplier kita, bagian MCL lalu memberikan informasi bahwa bagian MCL dan QA akan melakukan assessment terlebih dahulu diperusahaan mereka.

b. Setelah waktu pelaksanaan telah disepakati oleh kedua belah pihak, bagian MCL memberikan Informasi kepada bagian QA untuk mempersiapkan data assessment untuk persiapan di hari H tersebut. Umumnya data assessment (acuan berdasarkan ISO 9001-2000) berupa :
1. QA/QC Organization
Point ini membahas mengenai strukturisasi QA sebagai departement yang independent diperusahaan supplier beserta cakupan Quality System didalamnya.
2. Quality Control Inspection
Point ini membahas metode inspeksi di tempat calon supplier, baik dari metode inspeksi material mereka (incoming), pada saat proses (In-Line) maupun pada saat Pre-delivery (Out-Going)
3. Production
Point ini membahas mengenai pelaksanaan proses produksi, umumnya didalamnya tercakup penanganan mekanisme kontrol proses, Instruksi kerja, Loading capacity,penanganan produk baru dll.
4. Abnormal Defect Handling Procedure
Point ini membahas penanganan produk yang tidak sesuai, PIC, serta system penangananya.
5. Customer Claim Handling
Point ini membahas system, PIC serta feedback dari customer terhadap  claim yang terjadi.
6. Warehouse Management
Point ini membahas mengenai System pengelolaan material, identifikasi material , sistem telusur datd penerimaan dan pengeluaran material, indikasi material after inspeksi, penanganan material yang tidak sesuai, serta delivery control.
7. Calibration
Point ini membahasi mengenai metode kalibrasi semua alat ukur yang terdapat ditempat calon supplier beserta ketepatan waktu kalibrasi ( on schedule ), standard yang dipakai, masa simpan dokument serta tingkat kompetensi PIC yang melakukan kalibrasi alat ukur tersebut.
8. Tool/Die Management
Point ini membahas mengenai system kontrol tool dan die baik dari sisi penggunaan maupun perawatan.

c. Pada saat hari H, biasanya Pimpinan assessor dipegang oleh bagian MCL dan dibantu oleh QA dari perusahan kita, sedangkan dari calon supplier biasanya dipimpin langsung oleh manager PPIC dan manager QA. Faktor penting pada saat pelaksanaan assessment ini adalah kita harus memberikan tekanan penting bahwa tujuan utama melakukan assessment adalah demi kebaikan bersama bukan untuk mencari kejelekan dari system yang terdapat di tempat calon supplier kita. tujuan dari assessment harus didasari oleh harapan akan perbaikan (improvement) yang dapat meningkatkan performance dari calon supplier.

d. Setiap pertanyaan dari beberapa point memiliki penilaian yang berbeda-beda didasari dari urutan penilaian sebagai berikut:
1. Point tertinggi (nilai 1) bila Dokument standard/system telah digunakan untuk pemenuhan semua persyaratan. diimplemetasikan dan terdapat evidence untuk melakukan cycle PDCA
2. Point ke dua (nilai 0,50) bila Dokument standard/system telah digunakan kecuali untuk beberapa temuan kecil terhadap system yang sifatnya tidak dijalankan secara kontinu dan tidak berpengaruh terhadap quality product
3. Point ke tiga (nilai 0.2) dokumnet standard/system tersedia tetapi persyaratan secara spesific tidak sesuai atau kurang cukup digunakan dalam operational
4. Point ke empat (nilai 0) bila standard yang relevan tidak digunakan terhadap operational taua proses tidak dilakukan ketika dibutuhkan
(NB: Urutan penilaian dapat berbeda-beda untuk setiap perusahaan tergantung system yang dibuatnya)

e. Dari hasil penilaian, kita harus memberikan informasi kecalon supplier berupa minimum score yang harus dicapai dan total penilaian diperusahaannya beserta acceptance Criteria dari hasil penilaian (acceptance criteri biasanya berupa : very good,good, fair, bad, worst)

f. Bila hasil penilaian dinyatakan berada diatas minimum score maka perusahaan tersebut dapat dinyatakan layak untuk menjadi supplier kita.

So…….MCL udah mulai berkurang pusingnya……dengan adanya supplier baru tersebut….tinggal mikirin…..bagaimana evaluasi performance suppliernya…..? hah…..pusing lagi…..mau ga mau ……minta bantuan QA lagi….hehehehehehe………si QA yang cape……..!

to be continued……..
next time : Evaluasi Supplier Performance


Quick Response Quality Control

Februari 5, 2009

Quick Response Quality Control (disingkat QRQC) merupakan suatu metode tindakan langsung yang harus dilakukan oleh departement quality terhadap permasalahan yang terdapat dilapangan.

Umumnya pendataan QRQC didapat dari data defective yang didapatkan dari check sheet yang biasa dibuat oleh bagian produksi.

Untuk menghindari keterlambatan penanganan terhadap permasalahan quality yang terjadi dilapangan, hal yang paling efektif adalah melakukan inputan data defective langsung disuatu papan informasi yang dapat dijelaskan kesemua operator pada saat akan melakukan briefing dihari setelahnya, hal seperti ini akan mempermudah bagi in process quaity control untuk menjelaskan beberapa point penting, seperti : jenis defective tertinggi, persentase defective disetiap produk, dan hasil analisa yang akan dilakukan untuk menangulangi permasalahan tersebut, dari briefing ini pun operator produksi maupun leader produksi dapat memberikan saran bagi in process quality control dalam melakukan analisa terhadap beberapa rootcause yang mungkin tidak terlihat oleh In Process Quality Control namun tampak jelas oleh Leader maupun operator produksi. dari pelaksanaannya pun akan terlihat langsung dipapan informasi bila kita selalu melakukan monitoring terhadap jenis-jenis defective suatu produk, sebab papan informasi yang biasa dipampang merupakan bentuk grafik garis yang selalu diinput penurunan atau peningkatan persentase defective yang muncul setiap hari.

Dari data ini kita semua dapat mengetahui secara langsung keefektifan dari corrective action yang telah kita lakukan berdasarkan hasil analisa yang kita lakukan setiap awal briefing disetiap shift bersamaan dengan operator produksi beserta leadernya.

Jadi hanya dengan berbekal check sheet, papan informasi dan spidol kita bisa meningkatkan qualitas dengan jalinan koordinasi dengan operator dan leader produksi itu sendiri.


Meeting Gaya Quality

Februari 5, 2009

Meeting yooooo, meeting…….
apa yang mau dimeetingin dan bagaimana proses meetingnya…..?
ini dia gaya meeting orangt-orang Quality setiap bulannya!

Biasanya Departement Quality melakukan meeting sebulan 1-2 kali, mereka membahas mengenai beberapa hal,
1. Defective Internal yang tertinggi
2. Claim Customer yang sering terjadi.

bagaimana prosesnya:
a. Pembahasan untuk menentukan tema meeting
tema meeting biasanya diambil dengan menggunakan diagram pareto terhadap
jenis defective internal yang tertinggi (80%diharapkan dapat tertangani dengan
baik). Untuk masalah claim biasanya meeting diangkat 3 bulan sekali

b. Analisa lapangan dan diagram Ishikawa
pada saat meeting dibahas analisa dilapangan dengan menggunakan diagram
ishikawa dari berbagai faktor (mesin, metode, man,material dan environment)

c. Menentukan root cause
Dari hasil diagram tersebut diambil beberapa root cause yang akan ditangani oleh      team quality yang bertanggung jawab.
d. Menentukan target
countermeasure root cause yang akan dilakukan harus ditargetkan pelaksanaan
dan hasil dari pelaksanaan tersebut. jadi pada bulan berikutnya kita harus
membandingan hasil defective bulan sebelum pananganan dengan bulan setelah
penanganan.

e. Melihat hasil target
jika hasil target yang dicapai belum memadai, kita dapat membuat rootcause
lanjutan yang diharapkan dapat meminimalisir defective yang mungkin terjadi,
selain itu kita harus melihat pula root cause yang telah kita jalankan apakah
sudah berjalan dengan benar atau belum

e. Yokoten
jika hasil yang didapat tercapai dengan maksimal, maka kita bisa mengambil
langkah selanjutnya, apakah metode root cause yang telah kita lakukan dapat
dilakukan ulang pada produk yang lain, bila iya maka kita bisa melakukan apa
yang namanya disebut yokoten, bila tidak maka kita bisa membuat planning yang
lain yang belum berjalan (jenis defective pada produk yang lain, dengan catatan
jenis defective ini masuk kategori 80% terbesar)

ini dia secara garis besar quality meeting yang biasa dilakukan oleh departement quality dari berbagai macam perusahaan manufacturing.

so….bila baru…jangan ragu….kalo diajak meeting quality OK!


5S activity

Februari 5, 2009

Semua perusahaan manufactur menjalankan sistem 5S diperusahaannya.sistem 5S merupakan basic dari suatu manufacturing sistem. Bagi yang belum memahami apa itu 5S activity, ini ada beberapa hal yang umum (diperusahaan saya yang kebetulan begitu peduli dengan sistem 5S) harus diketahui agar proses 5S activity dapat berjalan dengan lancar..
mau tahu ? ini dia…
1. Buat schedule pelaksanaan 5S disemua area proses.area tidak hanya tercakup dalam area produksi saja, namun mencakup semua area yang berhubungan dengan peningkatan performance perusahaan, seperti area maintenance, office, laboratorium, dll.
2. Ajak meeting personal2x terkait (umumnya dept.head) mengenai schedule yang dibuat, lalu beri masing2x area proses tersebut target point 5S yang telah ditentukan oleh 5S coordinator (kebtulan saya yang jadi 5S Coordinatornya, hehehehe….).meeting ini untuk membahas mengenai penunjukan auditee dan auditor 5S dan waktu2x pelaksanaannya.
3. Disaat akan melakukan observasi dilapangan, seorang auditor yang ditunjuk harus memiliki check sheet audit 5S diarea yang telah ditetapkan. apa saja sech isi check sheetnya ? ini loh :
a. Kategori dari 5S tersebut beserta point-point pemeriksaannya, terdiri dari
1.Sortir
untuk point pemeriksaan biasanya berkutat material-metarial yang tidak
seharusnya ada diarea tersebut.
2. Susun
Untuk point pemeriksaannya biasanya berkutat mengenai kerapihan dari
area tersebut, seperti halnya instalasi listrik, dsb
3. Sapu
Untuk point pemeriksaannya biasanya berkutat mengenai kebersihan area
4. Standardisasi
Untuk point pemeriksaannya biasanya berkutat mengenai kontrol terhadap
dokumentasi yang teratur dan tertata
5. Swadisiplin
Untuk point pemeriksaannya biasanya berkutat mengenai dokument yang
terpasang dan selalu terupdate serta important point disetiap tempat2x
khusus.
b. Score
setiap point-point pemeriksaan harus diberi score, bagaimana menentukan scorenya? gampang, beri nilai 4 bila hasilnya baik (tidak ada penyimpangan dan ada sistem);nilai 3 bila cukup (tidak ada penyimpangan); nilai 2 bila kurang (ada penyimpangan disatu tempat); nilai 1 bila kurang sekali (ada penyimpangan > satu tempat). adapun untuk menentukan score hasil audit suatu area adalah dengan rumus
((total score audit / (4*jumlah point pemeriksaan) * 100%))
c. Non Conformance
Ini merupakan penjelasan dari ketidaksesuaian yang kita temukan di area proses yang sedang kita audit, alangkah baiknya bila kita memfoto ketidaksesuai yang kita temukan diarea proses tersebut.
d. Countermeasure
Ini merupakan informasi tindak lanjut yang diisi oleh auditee setelah hasil uadit diketahui. lama pengisian countermeasure biasanya diberi waktu selama 1-2minggu, tergantung dari tingkat kesulitan yang harus diimprove.
e. due/date
Tanggal pelaksanaan countermeasure oleh auditee
f. Jangan lupa tandatangan approval dari atasan area yang kita audit (biasanya approval dari masing-masing dept.head)

4. Hasil dari observasi lalu didata kedalam target yang telah ditetapkan oleh Coordinator.Follow up  countermeasure dilakukan  setelah  countermeasure dilakukan oleh auditee. Hasil observasi adalah berupa : score hasil audit dan foto-foto actual saat observasi

5. 5S Activity ini bisa dilakukan rutin sebulan sekali. hingga nanti direview dalam management review yang dilakukan setiap 6 bulan sekali (atau tergantung dari kebijakan perusahaan)

So…….ada yang mau jadi auditor 5S? don’t worry…it’s easy….


Pengontrolan Awal Massproduksi

Februari 5, 2009

Sebuah part baru yang merupakan hasil dari new project dan telah siap untuk menjadi mass produksi (=dibaca produksi massal oleh bagian produksi) harus dikontrol tergantung dari object part tersebut.

Biasanya pengontrolan part baru saat mass produksi memiliki perbedaan lama pengontrolan, tergantung dari object part tersebut. Bila perusahaan belum memiliki design yang serupa dengan part yang baru tersebut umumnya lama pengontrolan bisa mencapai selama 6 bulan, bila perusahaan memiliki part dengan design yang hampir serupa dengan part tersebut bisa mencapai 3 bulan pengontrolan, atau tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan yang bersangkutan.

Apa saja sech yang harus dikontrol?

ini dia….

1. Keefektifan Standard Operation Procedure, Inspection standard dan dokument-dokument lain yang berhubungan dengan part tersebut. Kita bisa mengacu ke kontrol plan untuk masalah dokument ini.

2. Keefektifan tools yang digunakan.

3. Capability Process produk tersebut.

4. Kepatuhan operator dalam menjalankan standard-standard yang telah ditetapkan.

5. Design Failure Mode Effect Analysis yang telah kita buat terhadap part tersebut.

Pengontrolan ini semua biasanya dirapatkan 1 bulan sekali. Pengontrolan secara optimal terhadap part tersebut bisa dihentikan setelah masa berlakunya telah selesai, dengan ketentuan :

1. Capability process baik (Cpk > 1.33 atau 1.67)

2. Tidak ada claim dari customer selama pengontrolan part tersebut.

3. Reject rate produk tersebut sangat sesuai dengan standard yang telah ditetapkan.

4. Standard-standard yang telah dibuat telah 100% efective (hal ini dapat dilihat dari performance proses yang dimiliki).

Bila masih ditemukan permasalahan maka proses pengontrolan harus tetap dilanjutkan meski waktu/lamanya pengontrolan telah selesai.

Jadi dari sini semua dapat kita ketahui bahwa proses pengontrolan produk awal mass produksi sangat diperlukan, sebab dari pengontrolan awal inilah kita dapat mengetahui semua permasalahan yang terdapat pada part tersebut.